Setahun belakangan ini saya kerja di sebuah startup yg sudah besar namanya dimasyarakat, startup ini juga sudah terdaftar sebagai startup unicorn di Indonesia.
Pada awal nya sebelum masuk kesini, saya telah menjalin hubungan dengan seseorang yg menurut saya dia sangat baik. sebelum saya bekerja karena saya fresh graduate yg lumayan susah untuk mencari kerja di ibu kota. saya merasa laki laki ini sangat baik dengan saya, dia selalu memberikan taanpa diminta. saya ada apa apa selalu ada buat saya. ketika saya di terima di perusahaan ini, saya bilang sm dia, tetapi dia bilang gausah karena menurut dia perusahaan ini tidak bagus, saya kekeuh dengan pilihan saya untuk tetap bekerja di strartup ini. karena menurut saya untuk ukuran fresh graduate gaji yg di tawarkan lumayan besar. saya mencoba meyakin kan kalau disini hanya untuk batu loncatan saja. kemudian seiring berjlan nya waktu, saya mulai di kenalkan dengan orang tuanya. pertama dan sekali kali nya saya bertemu dengan ibunya. saya ingat dengan jelas saat itu saya dilirik atau 'scanning' dr atas sampai bawah. oiya, ibunya ini fisioterapis sedangkan ayah nya angkatan laut kerja di kemenhan. ibu nya melihat saya dengan tatapan yg menurut saya judging. saya disituu hanya sekitar 5 menit, salim, ditanya mau kemana, kemudian pamit. no basa basi sedikit pun. ibunya juga tidak mengajak saya ngobrol bener bener cuma scanning habis itu hanya ngobrol dengan anak nya. abis itu kita pamit.
se singkat itu sumpah beneran. kita pulang, saya diantar ke rumah kemudian dia juga pulang. saya sudah pesimis dan tidak yakin saat iitu. tetapi pasangan ssaya ini senang karena saya sudah di kenalkan ke ibunya.
beberapa minggu kemudian saya di jemput pulang kerja, kemudian kita ke salah satu mall di jakarta selatan cuma sekedar minum kopi. dia bilang ke saya kalau dia tidak di restui oleh orang tuanya utnuk berhubungan dengan saya, karena bibit, bebet bobot saya yg tidak sempurna.
btw saya dari kalangan sederhana, ayah saya hanya egawai swasta sebuah perushaan flying school, ibu saya hanya ibu rumah tangga, saya punya adik laki laki 1. keluarga standart pada umumnya, rumah juga tidak bagus, hanya sangat sederhana. saya lulusan d3 sebuah ptn.
sedangkan keluarga nya dia, ya lumayan berada, kaka nya s2 ptn kuning, dia sendiri di pts swasta pertambangan. beda memang. saya sadar akan kesenjangan ini
pernahkan kalian berfikir, kalau cinta bisa merubah segalanya? bisa meluluhkan hati yg batu?
bisa kah cinta di perjuangkan demi kebahagiaan? tanpa embel embel level dan uang?
dulu saya pernah berfikir seperti itu, karena its works di hubungan saya yg sebelum nya. dengan kita baik, pasti akan baik kembali ke kita.
tetapi kali ini berbeda, org tua dia tidak setuju karenaa saya kerja di startup ini, kedua karena fisik karena saya gendut, ketiga karena saya tidak selevel dengan dia, ke empat karena saya cuma d3 (padahal kuliah lagi disuruh dia) kelima karena orang tua saya hanya berpendidikan smea dan d3.
pernah nggak sih kalian di judge sampai segini nya sama orang lain yg bahkan tidak kenal, yg bahkan belum tau kita seutuhnya?
pernah nggak sih kalian sakit hati karena dihina dari seluruh aspek kehidupan?
laki laki tersebut juga hanya menuntut, hanya bilang 'resign aja lah' tapi tanpa membantu untuk mencarikan saya pengganti.
sampai suatu saat akhir nya kita pisah. kemudian dia menemukan seseorang. tidak lama memang hanya sekitar 3 bulanan. kita kembali bertemu. dia cerita kalau dia dimanfaaatkan. uang nya habis.
kita memulai lagi, ku kira awalnya adalah refresh kita dr awal dia berjanji tidak akan meninggalkan lagi dengan memohon.
saya coba buka lagi hati saya, sampai hari ini kira kiraa hanya 4-5 bulan dr kita kembali bersama. dia makin menuntut saya utuk resign, dan makin menghina saya dengan segala kekurangan saya, memaki maki, bentak, karena saya tidak bisa menjadi yg ibunya minta. bahkan dia membahas kalau d3 itu hal yg bikin menyesal, kemudian gendut juga memalukan, padahal selama ini lebih banyak saya mengeluarkan uang. bukan perhitungan, tapi apakah sebagai laki laki tidak malu untuk minta uang ke perempuan nya. paddahal dengn sombongnya dia berkata kalau jabatan dia lebih tinggi dr saya, gaji dia juga lebiih besar dr saya, projrct an dia lebih menguntungkan dr pada saya. tetapi dia masih minta sm saya terlebih setelah memelihara hewan. dengan nada marah bilang ke saya 'kamu mah mainin doang, nggak kasih makan nggak beliin kandang nggak beliin pet cargo' saya merasa saya direndahkan saat itu, akhir nya saya mengirimkan dia sejumlah uang xjt rupiah. menurut saya lumayan besar, tidak hanya sekali 2 kali, tetapi lumayan sering mulai dr ratusan ribu hingga juta. kemudian merasa sebagai pasangan yg baik, pada hari ulang tahun nya, saya membelikan hadiaa sepatu brand ternama. itu juga bukan barang murah, saya perlu menabung dulu. harganya juga xjt rupiah. itu juga tepat dibulan yg sama dengan dia meminta 'tidak langsung' biaya perawatan hewan peliharaan. dan yg bikin saya kesal adalah uang untuk biaya perawatan hewan ini, di hambur2kan untuk mentraktir, sedangkan saya sendiri yg memberikan tidak di traktir ultah sm sekali. bukam pamrih bukan, tapi kecewa aja gitu. sampai sekarang dia dapet bonus, saya tes saya minta belikan buku, dia hanya bilang 'gabisa' tanpa menanyakan harga buku atau buku apa terlebih dahulu.
saya tidak pernah meminta untuk dibelikan apapun selama mejalin hubungan dengan dia. pernah sekali hanya untuk gopay pulang karena sudah terlalu malam, itu hanya sebesar 100rb, dia sampai hati loh untuk bilang 'sudah berani ya kamu minta minta', hati perempuan mana yg nggak nangis digituin, selama ini saya dengan gaji dibawah dia selalu membelikan yg dia mau, selalu transferin yg dia butuh.bahkan dia nggak tau betapa saya kesulitan untuk bayar kuliah, saya tidak jajan demi beliin dia sepatu, bonus saya buat transferin dia dan nyicil uang kuliah. dia nggak tau itu semua.
kenapa ga cerita? saya takut dia judge saya. dulu saya pernah cerita mengenai diri saya 'aku kenapa ya belakangan ini merasa demotivated sm kerjaan sm ga pede aja gitu pengen nya menyendiri' dia cuma bisa dengerin, pada saat dia marah dengan saya, dia membahas itu semua dengan penilaian dia kalau saya tidak bisa maju, otak terbelakang, lemot dan perkataan menyakitkan lain nya. yg disalahkan selaalu fisik saya 'ya orang gendut kan emang lemot'
pernah nggak sih merasa kesal tapi yaudah di diemin aja gitu?
pernah nggak sih merasa memupuk benci, memupuk kekesalan?
segitunya ya orang 'berpendidikan' menilai seseorang?
segitunya ya orang 'berpangkat' menilai fisik?
segitunya ya orang 'berharta' menilai keluarga orang lain?
pernah nggak sih ngerasain malu padahal saya tau saya tidak salah?
pernah nggak sih ngerasa mau ngomong banyak hal, mau membantah itu semua tapi ga bisa ngomong karena tekanan?
frustasi